Teknik Evaluasi dengan SKALA
Evaluasi
Evaluasi adalah suatu tes atas tingkat penggunaan dan
fungsionalitas system yang dilakukan didalam laboratorium, di lapangan, atau di
dalam kolaborasi dengan pengguna. Yang dievaluasi pada interaksi manusia dan
komputer adalah desain dan implementasinya. Evaluasi sebaiknyadilakukan dengan
mempertimbangkan semua tahapan siklus hidup desain.
Evaluasi memiliki tiga tujuan utama, yaitu :
1. Melihat seberapa jauh system berfungsi
Mencakup kesesuaian penggunaan system terhadap harapan user
pada tugas tersebut.
Evaluasi pada tahap ini meliputi pengukuran unjuk kerja dari
user pada system, untuk melihat
keefektifan system dalam mendukung tugas.
2. Melihat efek interface bagi pengguna
Mencakup aspek dari kemudahan system dipelajari, daya guna
dan perilaku user.
3. Mengidentifikasi problem khusus yang terjadi pada system
Ketika penggunaan suatu konteks memberikan hasil yang tidak
diinginkan, atau terjadi kekacauan di antara user. Tujuan ini merupakan aspek negatif dari desain. Teknik
evaluasi ada dua, yaitu teknik non tes dan teknik tes dan dalam evaluasi kita
sangat membutuhkan alat untuk mengukur nilai dari Evaluasi itu sendiri.
Dalam pengertian umum, alat adalah sesuatu yang dapat
digunakan untuk mempermudah seseorang untuk melaksanakan tugas atau mencapai
tujuan secara lebih efektif dan efisien. Kata “alat” biasa disebut dengan
istilah “instrumen”. Dengan demikian maka alat evaluasi juga dikenal dengan
instrumen evaluasi. Dalam kegiatan evaluasi, fungsi alat juga untuk memperoleh
hasil yang lebih baik sesuai dengan kenyataan yang dievaluasi.
Contoh:
Jika
yang di evaluasi seberapa siswa mampu mengingat nama kota, hasil evaluasinya
berupa banyak siswa dapat menyebutkan nama kota yang diingat.
Dengan pengertian tersebut maka alat
evaluasi dikatakan baik apabila mampu mengevaluasi sesuatu yang dievaluasi
dengan hasil seperti keadaan yang di evaluasi. Dalam menggunakan alat tersebut
evaluator menggunakan cara atau teknik yang dikenal dengan teknik evaluasi.
Teknik non tes merupakan cara
pengumpulan data tidak menggunakan alat-alat baku, dengan demikian tidak
bersifat mengukur dan tidak diperoleh angka-angka sebagai hasil pengukuran.
Teknik ini hanya bersifat mendeskripsikan atau memberikan gambaran, hasilnya
adalah suatu deskripsi atau gambaran. Terhadap gambaran-gambaran yang diperoleh
dapat dibuat interpretasi, penyimpulan - penyimpulan bahkan dengan kualifikasi
tertentu.
Dengan Teknik Non tes maka penilaian
atau evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan dengan tanpa “menguji”
peserta didik, melainkan dilakukan dengan melakukan beberapa jenis teknik non
tes. Teknik non tes ini pada umumnya memegang peranan yang penting dalam rangka
mengevaluasi hasil belajar peserta didik dari segi ranah sikap hidup (effective
domain) dan ranah keterampilan (psychomotoric domain), sedangkan teknik tes
sebagaimana telah dikemukakan sebelum ini, lebih banyak digunakan untuk
mengevaluasi hasil belajar peserta didik dari segi ranah proses berfikirnya
(cognitive domain).
Untuk teknik ini saya mengambil contoh penggunaan
Skala
Bertingkat (rating scale) .
Skala menggambarkan suatu nilai yang berbentuk angka
terhadap sesuatu hasil pertimbangan. Seperti Oppenheim mengatakan: Rating gives
a numerical value to some kind of judgement, maka suatu skala selalu disajikan
dalam bentuk angka.
1 2 3 4 5
1 2 3 4 5
biasanya
angka-angka yang digunakan diterakan pada skala dengan jarak yang sama.
Meletakkannya secara bertingkat dari yang rendah ke yang tinggi. Dengan
demikian maka skala ini dinamakan skala bertingkat.
Kita
dapat menilai hampir segala sesuatu dengan skala. Dengan maksud agar
pencatatannya dapat objektif maka penilaian terhadap penampilan atau
penggambaran kepribadian seseorang disajikan dalam bentuk skala.
kecenderungan
seseorang terhadap jenis kesenian tertentu:
Sangat Tidak suka
Biasa Suka Sangat
suka
tidak suka
skala
sikap pada umumnya disajikan dalam bentuk skala bertingkat seperti dicontohkan
diatas.
MUSTOPA_212141276_UNIV. MH THAMRIN_FKOM SI


Komentar
Posting Komentar